Membaca Indah Puisi
Macam membaca puisi :
- Membaca untuk diri sendiri
- Membaca untuk orang lain.
Membaca puisi untuk orang lain pada dasarnya sama dengan mengkonkretkan puisi tersebut baik dalam bentuk audio maupun visual. Pembacaan demikian disebut juga deklamasi.
Deklamasi sebagai suatu proses, melibatkan :
(1) puisi yang dibaca
(2) pembaca
(3) pendengar.
Dalam proses pembacaan tersebut, peran pembaca amat dominan untuk menghidupkan puisi agar dapat dinikmati oleh pendengar. Artinya, pembacalah yang paling banyak melakukan kegiatan dalam proses pembacaan puisi.
Dalam proses pembacaan tersebut, peran pembaca amat dominan untuk menghidupkan puisi agar dapat dinikmati oleh pendengar. Artinya, pembacalah yang paling banyak melakukan kegiatan dalam proses pembacaan puisi.
Kegiatan yang dilakukan pembaca ialah memahami makna puisi dan mengkreasikan puisi tersebut dalam bentuk suara dan gerak. Oleh karena itu, pembaca harus memerhatikan :
(1) pemanfaatan alat ucap yang dimiliki
(2) menguasai faktor kebahasaan (pelafalan kata atau frasa dan intonasi suara)
(3) menguasai faktor-faktor nonkebahasaan (sikap tenang dan wajar, gerak-gerik dan mimik, volume suara, kelancaran, dan ketepatan).
Bacalah puisi berikut ini dengan baik!
Bacalah puisi berikut ini dengan baik!
Diponegoro
Oleh: Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar! Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
MAJU
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sungguh pun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar! Lawan banyaknya seratus kali
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
MAJU
Ini barisan tak bergenderang berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sungguh pun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang





0 comments:
Posting Komentar